Pengertian Cessie dalam Transaksi Properti
Cessie adalah pengalihan hak tagih (piutang) dari satu kreditur (cedent) kepada kreditur baru (cessionaris). Debitur tetap memiliki kewajiban, namun kepada kreditur baru. Dalam konteks properti, istilah seperti rumah cessie atau properti cessie digunakan untuk menggambarkan situasi di mana sebuah properti yang dijadikan jaminan kredit memiliki hak tagih yang dialihkan kepada pihak lain.
Contohnya, sebuah bank memiliki piutang dari debitur dengan jaminan rumah. Bank dapat mengalihkan hak tagih tersebut kepada investor. Investor yang membeli hak tagih tersebut berharap dapat menagih atau mengeksekusi jaminan jika debitur wanprestasi.
Dasar Hukum Cessie dan Mekanismenya
- Berdasarkan Pasal 613 KUH Perdata, cessie merupakan mekanisme pengalihan piutang atas nama.
Mekanisme Umum Transaksi Cessie
Tahapan utama dalam skema cessie properti adalah:
- Kreditur lama (cedent) memiliki piutang terhadap debitur (cessus) dengan jaminan properti.
- Kreditur lama mengalihkan hak tagih kepada pihak ketiga (cessionaris).
- Diperlukan akta cessie dan pemberitahuan kepada debitur agar pengalihan sah secara hukum.
- Kreditur baru berhak menagih atau mengeksekusi jaminan jika debitur wanprestasi. Namun, pengalihan hak tagih bukan berarti kepemilikan properti otomatis berpindah.
Cessie dalam Praktik Properti
Di lapangan, banyak properti ditawarkan sebagai “properti cessie khusus investor”. Contoh nyata adalah tanah atau bangunan yang dipasarkan jauh di bawah harga pasar karena statusnya merupakan bagian dari piutang atau kredit bermasalah.
Platform dan agen properti biasanya memasarkan daftar aset cessie, meliputi informasi hak tagih, legalitas, proses akta cessie, hingga serah terima dokumen.
Potensi Keuntungan Membeli Properti Cessie
- Harga Jauh Lebih Rendah
Karena statusnya sebagai hak tagih, aset cessie sering dijual 30–60% lebih rendah dari harga pasar. Contoh: properti Bogor dengan harga pasar Rp 5,5 miliar dipasarkan sebagai cessie Rp 2,9 miliar. - Peluang Investasi
Investor berpengalaman mampu mendapatkan upside besar jika berhasil menyelesaikan proses hukum dan eksekusi. - Diversifikasi Portofolio
Skema cessie memberi alternatif selain membeli properti langsung di pasar normal.
Risiko dan Tantangan dalam Transaksi Cessie
- Kepemilikan Tidak Otomatis Beralih
Pembeli cessie hanya memperoleh hak tagih, bukan hak atas properti secara langsung. - Kepastian Hukum yang Kompleks
Proses hukum, lelang, dan eksekusi dapat memakan waktu panjang. - Biaya Tambahan
Termasuk biaya peradilan, pengosongan, administrasi, hingga renovasi. - Eksekusi dan Pengosongan
Properti bisa dihuni debitur atau pihak lain, sehingga memerlukan proses eksekusi.
Tips Aman dalam Transaksi Cessie Properti
- Lakukan due diligence mendalam: status piutang, debitur, besar utang, dan dokumen properti.
- Pastikan adanya akta cessie resmi yang dibuat di hadapan notaris.
- Pastikan debitur telah diberitahu tentang pengalihan hak tagih.
- Hitung seluruh biaya tambahan seperti pajak, administrasi, dan biaya pengosongan.
- Waspadai penawaran yang terlalu murah tanpa dasar hukum yang jelas.
- Konsultasikan kepada notaris atau pengacara properti yang berpengalaman dalam cessie.
Kesimpulan
Skema cessie properti menawarkan peluang besar bagi investor yang memahami risikonya. Namun, pengalihan hak tagih bukan berarti langsung menjadi pemilik aset. Proses hukum, eksekusi, dan penguasaan fisik properti tetap diperlukan. Jika tidak disertai kehati-hatian, risiko kerugian dan penipuan sangat tinggi.
Sebaliknya, jika dilakukan dengan due diligence kuat dan pendampingan profesional, transaksi cessie dapat menjadi peluang investasi properti bernilai tinggi.
Sumber Referensi
CIMB Niaga – Penjelasan Cessie
Kompas – Penipuan Rumah Cessie
Jurnal Hukum Unpad – Skema Pengalihan Piutang
DJKN Kemenkeu – Polemik Cessie di Lapangan
Editor: Arif
Mengenal Skema Cessie: Cara Kerja, Dasar Hukum, dan Potensi Keuntungannya
29 Oktober 2025

